Sementara untuk sumber pendanaan capex, menurut Vidjongtius, berasal dari kas internal dan eksternal. Untuk dana kas internal sebesar 70% atau sekira Rp840 miliar, sedangkan sisanya sebesar 30% atau Rp360 miliar akan diperoleh dari pinjaman bank.
“Hingga Maret 2017, dari alokasi belanja modal sebesar Rp1,2 triliun, sudah terserap sekitar Rp200 miliar,” jelasnya.
Dalam divisi bisnis distribusi, perseroan juga berencana memasuki pasar Indonesia bagian timur.
(Rizkie Fauzian)