Berikut beberapa konflik dimana OPEC memiliki kemampuan terus bekerja kendati terjadi konflik:
1980-1988 - Perang Iran dan Iraq selama sewindu itu mengganggu produksi minyak di kedua anggota, namun OPEC berhasil menetapkan kuota produksi kepada mereka pada tahun 1983.
1990 - Setelah Iraq menginvasi Kuwait pada 2 Agustus, produksi gabungan minyak kedua negara sebesar 4,3 juta barel per hari dihentikan. Namun OPEC terus melobi selama konflik agar produksi dipulihkan.
2011 - Perang sipil Suriah telah meningkatkan ketegangan antara Arab Saudi dengan Iran, karena Iran mendukung rezim Presiden Bashar Al-Assad kontra Saudi yang mendukung kelompok perlawanan. Namun OPEC berhasil menerapkan plafon produksi minyak pada Desember tahun lalu.
2015 - Perang saudara di Yaman semakin memperdalam ketegangan antara Arab Saudi dengan Iran, dimana Kerajaan Saudi telah menuduh Iran mendukung faksi pemberontak. Meski terjadi gesekan politik, lagi-lagi OPEC berhasil menerapkan kuota produksi pada November 2016.
(Dani Jumadil Akhir)