Arab Saudi-Qatar Putus Hubungan, OPEC: Hanya Perselisihan Keluarga

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis
Selasa 06 Juni 2017 08:22 WIB
Ilustrasi: Shutterstock
Share :

Berikut beberapa konflik dimana OPEC memiliki kemampuan terus bekerja kendati terjadi konflik:

1980-1988 - Perang Iran dan Iraq selama sewindu itu mengganggu produksi minyak di kedua anggota, namun OPEC berhasil menetapkan kuota produksi kepada mereka pada tahun 1983.

1990 - Setelah Iraq menginvasi Kuwait pada 2 Agustus, produksi gabungan minyak kedua negara sebesar 4,3 juta barel per hari dihentikan. Namun OPEC terus melobi selama konflik agar produksi dipulihkan.

2011 - Perang sipil Suriah telah meningkatkan ketegangan antara Arab Saudi dengan Iran, karena Iran mendukung rezim Presiden Bashar Al-Assad kontra Saudi yang mendukung kelompok perlawanan. Namun OPEC berhasil menerapkan plafon produksi minyak pada Desember tahun lalu.

2015 - Perang saudara di Yaman semakin memperdalam ketegangan antara Arab Saudi dengan Iran, dimana Kerajaan Saudi telah menuduh Iran mendukung faksi pemberontak. Meski terjadi gesekan politik, lagi-lagi OPEC berhasil menerapkan kuota produksi pada November 2016.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya