"Ini sapi silangan Belgian Blue yang pertama di Asia Tenggara namanya Gatot Kaca. Sapi seperti inilah yang nantinya akan kita perbanyak jumlahnya untuk swasembada daging," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Produksi Embrio, Muhammad Imron mengaku optimistis dengan harapan Menteri Pertanian untuk memproduksi 1.000 ekor Belgian Blue. Menurutnya Saat ini BET sendiri tengah mengambangkan 24 ekor jenis Belgian Blue.
"Tetapi ini perlu persiapan khusus, karena Belgian Blue ini jenis eksotis dari Belgia, dan untuk sapi donornya harus ada syarat khusus, mengingat jenis ini memiliki bobot sangat besar," katanya.
Imron menambahkan, proses produksi Belgian Blue melalui beberapa kali percobaan. Untuk transfer embrio dilakukan sebanyak 13 kali, yang bunting hanya dua ekor, dan melahirkan hanya satu ekor sapi Belgian Blue murni dengan sekitar bobot 62,5 kg.
"Sapi itu diberi nama Gatot Kaca, sesuai postur tubuhnya yang baru lahir ukurannya tiga kali lipat sapi ukuran normal. Jika umur tiga tahun sapi biasa hanya sekitar 300 kg, kalau Gatot Kaca ini bisa 2 ton" paparnya.
Untuk metode Inseminasi Buatan (IB) atau kawin silang, menggunakan sperma dari Belgian Blue dan indukan sapi Indonesia jenis Limusin, FH dan Simmental dilakukan 62 kali percobaan dan hanya 17 yang bunting. Lahir 12, sisanya lima keguguran, 17 belum di PKB (pemeriksaan kebuntingan).