JAKARTA - Masyarakat tidak perlu khawatir akan ancaman kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) karena Pertamina Patra Niaga dan induk perusahaannya PT Pertamina (Persero) mendapat penugasan negara dalam menjamin kelancaran distribusi BBM.
Hal ini tidak terlepas dari rencana aksi mogok kerja secara massal awak truk tangki Pertamina pada 19 hingga 26 Juni atau selama Lebaran 2017.
"Ancaman mogok kerja harus disikapi secara cerdas dan bijak oleh Patra Niaga. Kasus pemogokan di Patra Niaga ini sudah pernah terjadi beberapa kali namun tidak terbukti mengganggu distribusi BBM Pertamina," kata pengamat energi Sofyano Zakaria melalui keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (19/6/2017).
Menurutnya, walau ada ancaman mogok dari siapa pun, yang penting Pertamina Patra Niaga tetap mampu melakukan distribusi BBM seperti biasa.
Ancaman mogok kerja harus disikapi secara nyata dengan membuktikan bahwa distribusi BBM tetap berjalan lancar. Hal ini sudah membuktikan bahwa ancaman tersebut tidak bermasalah bagi Pertamina Patra Niaga.
"Ancaman mogok kerja tidak akan berpengaruh jika distribusi BBM dan elpiji tetap terlaksana seperti biasa. Yang menjadi persoalan adalah walau tanpa adanya pemogokan ternyata distribusi BBM tidak berjalan sebagaimana mestinya. Ini baru persoalan," ungkapnya.
Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga (PN) memastikan keamanan dan kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di berbagai daerah, khususnya SPBU dan jalur mudik.