Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sopir Tangki BBM Pertamina Geruduk Kementerian Ketenagakerjaan

Antara , Jurnalis-Selasa, 04 Juli 2017 |12:18 WIB
Sopir Tangki BBM Pertamina Geruduk Kementerian Ketenagakerjaan
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Sebagian pekerja Pertamina Patra Niaga anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang tergabung dalam Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI) melakukan unjuk rasa di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Jakarta.

Menurut informasi dari pengurus FBTPI Pertamina Patra Niaga Plumpang Wadi di Jakarta, Pertamina Patra Niaga dan Elnusa Petrofin bersikukuh untuk tidak mematuhi hukum ketenagakerjaan dengan melanggengkan praktik outsourcing atau kontrak kerja untuk Awak Mobil Tangki (AMT).

"Kedua perusahaan distributor migas itu malah mem-PHK sebanyak 414 buruh, sebagian besar anggota serikat, untuk melemahkan protes terhadap sistem kerja kontrak/outsourcing," kata Wadi.

Praktik ini, menurutnya, membuat buruh bekerja lebih 12 jam tanpa jaminan kesehatan dan kepastian kerja dalam kondisi kerja berbahaya.

Menanggapi situasi tersebut, buruh AMT mendesak Kementerian Tenaga Kerja untuk tegas bertindak dengan memberi sanksi pada dua perusahaan milik negara tersebut.

Besok, Selasa (4/7) pukul 10.00 WIB ratusan buruh dari 10 depo akan menggelar aksi di Kemenaker agar menegakkan hukum ketenagakerjaan di Pertamina Patra Niaga dan PT Elnusa Petrofin. Peserta unjuk rasa itu berasal dari Banyuwangi, Surabaya, Tegal, Ujung Berung, Padalarang, Plumpang, Lampung, Makasar, Merak, dan Tasikmalaya.

Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga menyatakan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap awak mobil tangki (AMT) yang kemudian berencana melakukan aksi mogok kerja di sejumlah daerah dan berpotensi menghambat distribusi BBM.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement