Agus memaparkan hingga saat ini, di kuartal I-2017 ekonomi Indonesia juga terus menunjukkan ekonomi yang positif. Perbaikan juga berlanjut di kuartal II-2017 meski tidak sesuai dengan perkiraan sebelumnya.
"Ekonomi kuartal II tetap tumbuh 5,01% pertumbuhan lebih ke keseluruhan masih di kisaran 5%-5,4% (yoy). Pertumbuhan tersebut seiring inflasi terkendali. Juli 2017 inflasi 0,22% atau 3,88% (yoy). Inflasi lebih rendah dibanding Juni selama enam tahun terkahir. Ini makin optimal pengendalian inflasi nasional dan daerah," paparnya.
Baca Juga: Bermain Mozaik hingga Berjoget, Gaya Sri Mulyani Meriahkan HUT Ke-72 RI
Agus menilai tantangan Pemerintah masih permasalahan kesenjangan pendapatan antara penduduk kaya dan miskin. Meski kesenjangan mengalami perbaikan tapi kesenjangan pendapatan harus terua disamakan.
"Tantangan tersebut pentingnya pertumbuhan ekonomi berkesinambungan dan berkualitas itu akan bisa ciptakan ketersediaan lapangan kerja, kemiskinan dalam aktivitas ekonomi produktif yang bisa dinikmati masyarakat. Upaya pemerintah jalankan reform struktural patut diapresiasi, pemerintah bangun infrastruktur, strategis bisa tingkatkan konektivitas wilayah perbatasan yang bisa ciptakan aktifitas ekonomi. Pencapaian tersebut hanya bisa diwujudkan dengan kerja nyata bentuk pengabdian yang bukan biasa-biasa saja," tukasnya.
(Dani Jumadil Akhir)