Berkaca dari Kasus First Travel, Yuk Kenali Jasa Umrah Abal-Abal

HaloMoney.co.id, Jurnalis
Selasa 22 Agustus 2017 11:39 WIB
Ilustrasi: (Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA - Kisah kegagalan calon jamaah umrah First Travel masih menyisakan masalah. Belum ada solusi bagi sekitar 35.000 jamaah yang gagal berangkat ke tanah suci. Apakah First Travel bisa memberangkatkan jamaahnya, mengingat dana tersisa di rekening perusahaanya hanya jutaan rupiah. Dana tersebut sangat tidak sebanding dengan kerugian jamaah yang diperkirakan mencapai Rp500 miliar, data menurut kepolisian.

Asal muasal masalah ini berasal dari tawaran first travel yang kelewat murah: hanya Rp14 juta. Namanya juga konsumen, mereka sangat sensitif dengan harga. Dengan harga supermurah tersebut, jamaah tentu tertarik mendaftar ke First Travel. Apalagi jamaah tersebut baru pertama kali keluar negeri, dan berada di pedesaan yang minim informasi.

 Baca juga: PPATK Bakal Ungkap Aliran Dana First Travel, Lari ke Rekening Mana Saja?

Biaya umroh sebesar Rp14 juta per orang untuk sekali berangkat yang rata-rata menghabiskan waktu 7 hingga 9 hari itu jelas jauh di bawah harga pasar. Saat ini biaya umroh termurah masih sekira Rp17 juta per orang, dengan akomodasi dan pesawat ekonomis. Biaya umroh yang wajar adalah sekitar Rp20 jutaan hingga Rp30 jutaan, tergantung akomodasi dan jenis pesawat yang ingin digunakan.

Sebenarnya kasus seperti First Travel bukan kali pertama terjadi. Sudah banyak kasus kegagalan berangkat yang dialami oleh jamaah umrah gara-gara salah urus hingga penyimpangan yang terjadi di biro travel. Namun masih ada saja masyarakat yang tertipu dengan berbagai macam iming-iming perusahaan biro travel dan umrah abal-abal.

 Baca juga: Dana First Travel Triliunan Rupiah, PPATK: Untuk Beli Rumah dan Mobil Pribadi

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya