JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memangkas asumsi pertumbuhan kredit pada 2017 dari 10-12% menjadi 8-10%. BI beranggapan jika revisi target kredit tersebut berdasarkan rencana bisnis dari masing-masing perbankan serta dari kondisi ekonomi.
Meskipun begitu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso mengatakan pihaknya tetap optimistis pertumbuhan kredit tahun ini bisa double digit. Dirinya bahkan mematok pertumbuhan kredit berada di angka 11%.
Baca juga: Sulit Tumbuh Tahun Ini, Gubernur BI Yakin Pertumbuhan Kredit Double Digit di 2018
"Sudah di revisi dari 13% ke 11%, revisi ini karena tidak kecapaian di 2017 karena banyak kredit yang dihapus sehingga pertumbuhan kredit menutup yang dihapus saja. Dengan revisi 11%, pendapat kami akhir tahun bisa sampai," ujarnya saat ditemui di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (8/9/2017).
Optimisme tersebut bukanya tanpa alasan, karena Wimboh memprediksi jika pada semester dua nanti pertumbuhan kredit akan jauh lebih tinggi dibandingkan semester pertama. Apalagi pada bulan Desember yang diprediksi akan menjadi bulan dengan pertimbangan kredit yang tinggi.
Baca Juga: Revisi Pertumbuhan Kredit Jadi 8-10%, BI Sudah Pantau Business Plan Bank
"Kita lihat Juli, lebih tinggi dari Juni. Dan di bulan Agustus lebih besar dari Juli. Sehinnga Pertumbuhan kredit semester dua akan lebih besar dari pertama," jelas Wimboh