JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) menggelar rapat koordinasi mengenai kelanjutan proyek Light Rail Transit (LRT) di Kantor Maritim.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan mengatakan bahwa harmonisasi seluruh pihak bersangkutan dan regulasi terkait terus ditingkatkan. Harapannya, agar pembangunan LRT bisa segera dipercepat.
Baca Juga: Temui Menko Luhut, Adhi Karya: Mei 2019 LRT Harus Beroperasi Penuh
"LRT itu kan barang baru. Jadi sinkronisasikan satu sama lain, semua kementerian, peraturan, Permen (Peraturan Menteri) itu semua perlu diharmonisasikan," jelas Luhut di kantornya, Senin (11/9/2017).
Masih banyak hal yang perlu dibahas untuk memuluskan pembangunan LRT Jabodetabek ini. Namun, Luhut mengaku cukup puas dengan kerja keras yang ditunjukkan seluruh pemangku kepentingan.
Baca Juga: Terbuka untuk Siapa Saja! KAI Persilahkan Buka Usaha di Stasiun LRT
"Jadi memang pertemuan ini masih sangat banyak tapi semua progresnya bagus dan lebih bagus lagi semua sepakat untuk cari solusi untuk setiap masalah," lanjutnya.
Masalah pendanaan pembangunan LRT pun semakin menunjukkan titik terang. Luhut memastikan bahwa November, sudah dicapai financial closing terkait pendanaan pembangunan LRT.
Baca Juga: Wih! CIMB Niaga Danai Proyek LRT Jabodebek Rp2 Triliun
"Sekarang tentu dengan pencairan dana segala macam untuk penandatanganan kredit segala macam tentunya ada layer-layer yang harus diselesaikan itu kita kejar semua harus selesai akhir Oktober. Memang Financial closing-nya November," tandasnya.
Senada dengannya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, ditemui usai rapat mengatakan bahwa fokus pembahasan dalam rapat kali ini sudah lebih fokus soal urusan pendanaan.
"Sudah mulai berkaitan bagaimana bank-bank itu diatur tentang bagaimana meminjam, menjamin dan sebagainya," tambah Budi Karya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)