Seperti diketahui, SKD yang digelar menggunakan sistem computer assisted test (CAT) milik BKN. Dengan sistem ini, langsung diketahui siapa saja peserta yang akan lolos ke tahap berikutnya. Yasonna mengatakan, kesenjangan yang ditunjukkan dari SKD CPNS Kemenkumham dapat menjadi bahan evaluasi untuk seleksi CPNS berikutnya.
Baca juga: Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Kemenkumham, BKN: Macet Bukan Alasan!
Selain itu, juga bisa untuk evaluasi bagi sistem pendidikan yang ada saat ini. Hasil tersebut menurut dia sekaligus menunjukkan pendidikan di daerah lain dan di Jawa tidaklah sama.
Pada hari pertama menunjukkan tingkat kelulusan masih kecil, namun Yasonna tetap optimistis banyak peserta yang akan lolos ke tahap berikutnya, meski tidak akan merata dan didominasi peserta dari Pulau Jawa. “Maksimal yang diterima tiga kali dari formasi. Dari Jawa Tengah dan DKI Jakarta masih banyak, bisa kita pindah ke daerah.
(Martin Bagya Kertiyasa)