Sementara itu, Kepala Pusat Litbang Jalan dan Jembatan Deded P. Syamsudin mengatakan, pihaknya akan menggerakkan industri dan bersedia membantu pemerintah mengumpulkan sampah plastik dari masyarakat. Nantinya, industri juga akan diajak untuk mampu menciptakan alat pencacah sampah plastik.
Baca juga: Ngaspal Jalan Bekasi, Menko Luhut: Manfaatkan Limbah Plastik Jadi Bahan Berguna
"Makanya ini mau kita gerakkan, industrinya harus dibangun. Karena stoknya ada, sampahnya sampai 5,2 juta ton per tahun. Nanti ini akan dikumpulkan. Terutama alat mencacahnya, itu yang akan kita gerakkan," katanya.
Deded menambahkan, kualitas jalan campuran aspal dan sampah plastik milik Kementerian PUPR, memiliki kualitas sama dengan jalan dengan komponen yang sama di negara lain. "Miriplah. Pokoknya intinya, plastik itu sifatnya modifier. Modifikasi meningkatkan kinerja aspal," pungkasnya.
(Rizkie Fauzian)