Soal Penjualan Anak BUMN, Menperin: Yang Ada Hanya IPO

Ulfa Arieza, Jurnalis
Selasa 10 Oktober 2017 15:48 WIB
Rapat di DPR. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto hari ini menggelar rapat dengar pendapat dengan Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Adapun agenda pembahasan mengenai penjualan anak usaha BUMN dan pembentukan holding BUMN.

Rapat ini dipimpin oleh Ketua Komisi VI DPR RI Teguh Juwarno. Dalam sambutannya, Teguh meminta penjelasan dari Pemerintah terkait rencana penjualan anak dan BUMN sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Presiden Joko Widodo.

"Rapat hari ini akan membahas tentang isu penjualan BUMN yang hangat akhir-akhir ini," ujarnya di Gedung DPR RI, Selasa (10/10/2017).

Teguh meminta, proses penjualan atau penggabungan tersebut dilakukan sesuai dengan prosedur Undang-Undang yang berlaku. "Ada 180 BUMN dengan dengan anak dan cucu hampir 800, dan Presiden Joko Widodo telah memerintahkan 800 anak cucu BUMN di merger jika perlu dijual," imbuh dia.

Baca juga: Bantah Keluhan Kadin, BUMN Berikan Kebebasan Kerjasama dengan Swasta

Selain itu, Menperin menegaskan bahwa tidak ada penjualan daripada anak BUMN. Menperin menjelaskan yang Kementrian lakukan adalah melakukan penawaran umum saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) dari anak BUMN serta holding BUMN.

"Kami mohon izin untuk menjelaskan tentang pemahaman dari penjualan anak BUMN. Kementerian BUMN menegaskan sampai dengan saat ini tidak ada penjualan anak BUMN. Dalam tahun ini, hanya ada empat anak BUMN yang akan IPO," jelas Airlangga.

Keempat anak BUMN tersebut adalah PT Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia yang merupakan anak usaha dari PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. GMF Aero Asia sendiri sudah resmi tercatat di pasar modal hari ini dengan kode saham GMFI. Melalui IPO ini GMF Aero Asia menargetkan dana raihan sebsar Rp1,2 triliun.

Baca Juga: Terima Keluhan Pengusaha soal BUMN, Jokowi: Saya Perintahkan Dimerger atau Dijual

Kemudian, ada PT PP Presisi yang merupakan entitas anak dari PT PP (Persero) Tbk. Dengan IPO ini PT PP Presisi menargetkan dana segar sebesar Rp3 Triliun. Lalu ada PT Wika Gedung yang merupakan anak dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) yang menargetkan akan mengantongi dana sebsar Rp3 triliun.

Terakhir, anak dari PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) yaitu PT IPC Marine Service yang menargetkan akan meraih dana Rp2 triliun dari IPO. Airlangga menegaskan, proses IPO akan dilakukan sesuai dengan ketentuan UU. "Penjualan BUMN akan sesuai dengan privatisasi dan ketentuan yang berlaku," tukas dia.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya