Strategi Turunkan Harga Sembako di Papua, PPI Utak-atik Rute Pengiriman Barang

Feby Novalius, Jurnalis
Selasa 10 Oktober 2017 16:55 WIB
Foto: Feby Novalius/Okezone
Share :

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menugaskan para perusahaan negara untuk ikut turunkan harga sembako di Papua. Salah satu BUMN yang ditugaskan yakni PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

Dalam menurunkan harga sembako di Papua, Dirut PPI Agus Andiyani memiliki cerita khusus. Ada dua hal yang di otak-atik oleh PPI untuk bisa turunkan harga utamanya di Puncak Jaya. Hal yang di utak-atik pertama adalah rute pengiriman barang.

"Kita pikirkan bagaimana kirim barang pakai rute yang biaya relatif murah. Akhirnya diputuskan untuk pakai jalur Surabaya-Timika-Wamena-Puncak Jaya. Itu rute paling murah,"ujarnya, di Press Room Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Baca juga: Gagal Dapat PMN, PPI Siap Tingkatkan Ekspor

Meski murah bukan berarti distribusi barang ke Puncak Jaya menjadi mudah. Di rute itu ada titik kritis, yakni di Timika-Wamena.

"Kalau dari Surabaya-Timika bisa pakai kapal laut milik Pelni. Timika ke Wamena jalannya belum selesai. Sekarang hanya bisa pakai pesawat kargo, itu yang membuat harga di Puncak Jaya tinggi,"ujarnya.

Otak-atik mencari jalan supaya harga sembako turun tidak berhenti disitu. PPI melakukan efisiensi suplai chain dengan menyesuaikan jadwal moda tranportasi.

Baca juga: Soal Penjualan Anak BUMN, Menperin: Yang Ada Hanya IPO

"Kami coba lakukan penghematan sesuaikan mode transpoerasi kapal di Surabaya-Timika dibawa ke Bandara di Wamena jadwalnya disesuaikan kapal dan pesawatnya. Sampai di Wamena ke Puncak Jaya jalan darat kemudian barang langsung masuk toko-toko di sana,"tuturnya.

PPI sudah melakukan kerjasama dengan tiga toko plus satu toko milik PT Pos. Melalui toko ini distribusi seperti semen, gula, minyak dan tepung didistribusikan ke wilayah Puncak Jaya.

"Untuk penjualannya kami kasih batasan HET yang kita pilih semen Rp500.000 di Puncak Jaya dan sembako turunkan harga 25% dari harga sekarang,"ujarnya.

(Rizkie Fauzian)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya