"Saya tahu kalau sudah jadi sertifikat ini pasti banyak yang ingin 'menyekolahkan'. Saya hafal dimana-mana ya begitu. Tidak apa-apa silakan ini dipakai untuk jaminan silakan," ucap Presiden.
Kepala Negara meminta agar masyarakat juga berhati-hati dan mengkalkulasi dengan teliti jika ingin menggunakan sertifikat tanah sebagai agunan untuk mendapatkan modal usaha.
"Kalau ingin beli mobil, itu ditabung dari keuntungan. Bulan ini untung Rp10 juta ditabung, bulan berikutnya untung Rp15 juta tabung, atau untung Rp5juta ditabung. Sudah untung Rp150 juta dapat mobil, beli. Bukan beli dari uang pinjamannya dari bank, hilang itu sertifikat," tutur Jokowi. menjelaskan.
Baca Juga: Puluhan Tahun Sertifikat Tak Jadi, Jokowi: Sengketa Tanah Terjadi di Mana-Mana
Dalam acara itu Presiden juga menjelaskan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di Indonesia. Kepala Negara menyampaikan agar masyarakat tidak terpecah belah hanya karena perbedaan pilihan politis, baik di pemilihan kepala daerah, gubernur maupun presiden.