"Kita dengan INSA itu cukup insentif, sehingga kita enggak mau ada sesuatu yang tidak produktif, berkaitan dengan subsidi dan apa kita akan bahas lagi,"ujarnya.
Ini sifatnya masih evaluasi. Makanya, lanjut Budi, pihaknya akan melihat produktifitas kapal ternak yang sudah dioperasikan sekarang.
Baca juga: Sampai Oktober, 7.500 Ekor Sapi Kupang Mendarat di Jakarta
"Kalau ternyata yang paling produktif itu kapal ternak kita bangun lagi,tapi kalau tidak kita kerjasamakan tanpa harus membangun kapal. Silakan swasta saja yang membangun,"ujarnya.
Sebagai informasi, saat ini kapal ternak yang dioperasikan baru satu oleh PT Perlni (Persero). Sampai akhir tahun nanti akan ada 5 kapal ternak baru yang dioperasikan. Adapun anggaran yang digelontorkan Kementerian Perhubungan untuk kelima kapal ternak baru sekira Rp300 miliar.
(Rizkie Fauzian)