Kemudian, Kementerian Perindustrian juga perlu mendukung program tersebut dengan cara menyebarluaskan kendaraan yang memiliki fasilitas dobel injeksi tersebut.
"Iya dong. Sektor perhubungan bikin regulasi untuk transportasi mendukung double injection. Perindustrian juga ke depan harus membagikan mobil atau bus atau truck itu double injection. Supaya apa? supaya penyerapan gasnya meningkat," paparnya.
Pasalnya, lanjut dia, saat ini pasokan gas di dalam negeri jumlahnya melimpah. Maka perlu diserap seoptimal mungkin dengan cara-cara di atas. Apalagi, di sisi lain, Indonesia masih sangat ketergantungan BBM, hingga mengharuskan impor untuk memenuhi permintaan.
"Itu ESDM udah bagus mendorong itu supaya enggak ketergantungan pada BBM. BBM itu kan mengeluarkan devisa kita yang banyak, kita impor. Kalau gas kan kita enggak impor, pakai dalam negeri dan harga bisa kompetitif," tandasnya.
(Fakhri Rezy)