Saat ini shuttle bus antarterminal dapat melayani penumpang hingga 2.200 orang per harinya dimana nantinya diperkirakan ketika kereta layang beroperasi penuh akan melayani perpindahan antarterminal sekitar 70%-80% traffic penumpang antarterminal setiap harinya dengan tambahan frekuensi pergerakan kereta layang.
Kehadiran kereta layang di integrated building ini nantinya akan mempermudah penumpang kereta bandara untuk menuju terminal ataupun sebaliknya dari terminal menuju stasiun.
Adapun kereta bandara dengan rute Stasiun Manggarai – Sudirman Baru – Duri – Batu Ceper – Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditargetkan dapat mulai melayani masyarakat dalam waktu dekat.
“Beroperasinya kereta layang dan kereta bandara diharapkan membawa peringkat Bandara Internasional Soekarno-Hatta meningkat dari saat ini di posisi 40 dunia, selain tentunya kami juga menargetkan bandara terbesar di Indonesia ini dapat meraih sertifikasi Bintang 5 dari Skytrax,” papar Muhammad Awaluddin.
(Rizkie Fauzian)