Oleh karena itu setidaknya dibutukan dana untuk membiayai pengembangan usaha yang bersumber selain dari intenal kas, obligasi dan pinjaman perbankan.
"Penerbitan obligasi sudah mendapat izin dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk menerbitkan obligasi hingga Rp6 triliun. Tahun lalu sudah diterbitkan sebesar Rp2,5 triliun, tahun depan (2018) sisanya sebesar Rp3,5 triliun harus dieksekusi," ujarnya.
Ia menjelaskan, pada tahun 2018 Pegadaian menargetkan pendapatan usaha Rp12,5 triliun, melonjak sekitar 16,82% dibanding prognosa pendapatan tahun 2017 yang diproyeksikan mencapai Rp10,7 triliun.
Baca Juga: Hanya 28% Pria yang Gadaikan Barang, Dirut Pegadaian: Laki-Laki Lebih Senang Utang
Saat yang bersamaan Pegadaian menargetkan laba bersih pada 2018 sebesar Rp2,7 triliun, melonjak 7,14% dari tahun 2017 yang diperkirakan mencapai Rp2,52 triliun.