JAKARTA - Pemerintah merealisasikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hydro (PLTMH) di Toba Samosir. Dengan ini sekarang masyarakat desa Sipagabu dan desa Liattondung Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir akhirnya merasakan penerangan.
PLTMH memiliki kapasitas 140 kilowatt (kw) ini dapat menerangi 293 rumah tangga, masing-masing rumah mendapatkan daya sebesar 400 watt. PLTMH ini dibangun dengan biaya yang bersumber dari APBN sebesar Rp6,9 miliar.
Baca juga: 60 Tahun Indonesia-Jepang, 4 Pembangkit Listrik Mikro Hidro Bali Sudah Beroperasi
“Tahun ketiga Pemerintah Joko Widodo dan Jusuf Kalla menekankan pemerataan termasuk pemerataan akses listrik bagi masyarakat dan kami telah mencanangkan yang namanya energi berkeadilan,”ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana dalam keterangan tertulis Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (5/12/2017).
Menurut Rida, langkah ini merupakan upaya pemerintah dalam pemerataan di sektor kelistrikan. Selain listrik, pemerataan juga dilakukan di sektor bahan bakar minyak yakni dengan program BBM Satu Harga yang sudah dilakukan di berbagai tempat.
Baca juga: 9 Proyek Energi Terbarukan Kapasitas 641 Mw Diteken, Menteri Jonan: Harga Listrik Harus Terjangkau
“Harga BBM harus sama, antara di Jawa dengan di Papua dan di manapun di wilayah Indonesia, harus satu harga begitu pun dengan listrik. Saya memohon maaf kepada masyarakat Tobasa yang harus menunggu selama 72 tahun untuk dapat menikmati listrik,” terang Rida.
“Masih ada sekitar 2.519 Desa saudara-saudara kita dari Sabang sampai Merauke dari Miangas di atas dan Rote di NTT yang saat ini masih gelap gulita kalau malam, dan itu menjadi tantangan kami dan kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat disini yang sudah mau bersabar untuk mendapatkan akses listrik,”sambungnya.
(Rizkie Fauzian)