"Artinya dalam satu tahun, Inalum mengeluarkan anggaran sekitar 20.000 dolar AS untuk kebutuhan alumina," ujarnya.
Dengan memiliki pabrik alumina sendiri di Mempawah, disamping hemat devisa juga harga alumina lebih stabil karena sudah diproduksi di dalam negeri dengan ketersediaan bahan baku bauksit yang lebih terjamin.
Indonesia memiliki cadangan bauksit bahan baku pembuatan alumina dalam jumlah besar, sehingga harus dimanfaatkan untuk keperluan hilirisasi aluminium di dalam negeri.
Baca Juga: Bentuk Holding BUMN Tambang, Inalum Ingin Stop Impor Alumina dari Australia
Berdasarkan data tahun lalu, kebutuhan alumunium dalam negeri sekitar 800.000 ton. Sementara kemampuan Inalum yang merupakan satu-satunya produsen aluminium baru bisa memenuhi permintaan 260.000 ton.
Untuk itu, Inalum harus memperbesar kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan nasional.