JAKARTA - PT Pertamina (Persero) memproyeksikan adanya kenaikan volume penyaluran gas elpiji 3 kilogram (kg). Di mana dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017, volume gas elpiji disalurkan 6,19 juta metric ton (MT) naik 1,62% menjadi 6,29 juta MT.
Direktur Pemasaran Pertamina Muchamad Iskandar mengatakan, Pertamina tetap menjamin ketersediaan elpiji 3 kg pada masyarakat walaupun dengan konsekuensi akan terjadi over kuota.
Baca Juga: Elpiji 3 Kg Langka, Perhitungan Penyaluran Pertamina Meleset
Hingga akhir November realisasi penyaluran elpiji 3 kg subsidi mencapai 5,75 juta ton atau 93% dari kuota ditetapkan dalam APBN-P 2017 sebesar 6,19 juta kg. Diperkirakan pada akhir Desember penyaluran melebihi kuota 1,6%
"Bisa aja tahun ini 1,6%. Kurang lebih 100.000 MT dikali itu sekitar Rp600 miliar sampai Rp1 triliun. Itu kan kekurangan pagu angggarannya. Itu kita khawatir sehingga kita perlu mengkomunikasikan dengan pemerintah," tuturnya di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (8/12/2017).
Baca Juga: Pertamina: Gembar-gembor Subsidi Gas Elpiji 3 Kg Tertutup Bikin Masyarakat Panik
Sebenarnya, dalam pembahasan APBN 2017 awal perseroan sudah mengajukan bahwa volume subsidi gas elpiji 3 kg seharusnya diangka 7 juta MT. Namun akhirnya ditetapkan 6,5 juta dan di APBN-P menjadi 6,19 juta MT.
"Rata-rata kenaikan LPG 5-6% dengan total itu kalau PSO 6,5 juta MT prediksi tahun ini, yang non pso 800 metric ton totalnya 7,3 juta MT dalam setahun dan tambah 5% di tahun depan kan," ujarnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)