Investasi Rp4,49 Triliun, 3 Perusahaan Prancis Bidik Energi Terbarukan Indonesia

Antara, Jurnalis
Selasa 12 Desember 2017 08:47 WIB
Ilustrasi (Foto: Okezone)
Share :

LONDON - Indonesia dan Prancis menandatangani tiga kesepakatan energi pembangkit listrik dari energi terbarukan antara PLN Indonesia dengan tiga perusahaan energi Independent Power Producers (IPP) dari Prancis bertempat di KBRI Paris, Senin.

Penandatanganan ketiga Letter of Intent (LoI) pembangkit listrik dari energi terbarukan antara PLN Indonesia dengan tiga perusahaan energi Independent Power Producers (IPP) dari Prancis disaksikan Menteri ESDM, Ignasius Jonan, di sela-sela KTT One Planet di Paris, demikian Sekretaris I. KBRI Paris Jane Runkat kepada Antara London, Selasa.

Penandatanganan ini merupakan tindak lanjut dari acara "French Renewable Energy Group" yang dilangsungkan di Jakarta Februari lalu.

Tiga proyek pembangkit listrik tersebut akan menghasilkan total 170 MW, dengan nilai investasi sebesar USD336,9 juta atau sekira Rp4,49 triliun (Rp13.355 per USD). Dari pihak Indonesia penandatanganan dilakukan Direktur Perencanaan Korporat PLN, Djoko R. Abumanan, sementara dari Prancis masing-masing oleh Fabienne Demol dari Pace Energy, Timothy Russell dari Equis Energy Indonesia, dan Christophe Moyon dari Akuo Energy Indonesia.

Ketiga LoI yang ditandatangani meliputi PLTB Tanah Laut di Provinsi Kalimantan Selatan, kapasitas 70 MW dengan pengembang konsorsium Pace Energy pte. Ltd & PT Juvisk Tri Swarna, dengan nilai investasi sebesar USD153,738 juta.

Kedua PLTS Bali-1 di Kab. Kubu, Provinsi Bali, kapasitas 50 MWp dengan pengembang konsorsium Equis Energy Indonesia & PT Infrastruktur Terbarukan Fortuna, dengan nilai investasi USD91,6 juta. Sedangkan ketiga PLTS Bali-2 di Kab. Jembrana, Provinsi Bali, kapasitas : 50 MWp dengan pengembang Akuo Energy Indonesia ltd, dengan nilai investasi USD91,6 juta.

Dalam sambutannya, Menteri ESDM Ignasius Jonan menyampaikan pujiannya atas kerja sama Indonesia-Prancis yang diwujudkan dengan komitmen melalui LoI di sektor ketenagalistrikan ini, mendorong upaya peningkatan bauran energi terbarukan di Indonesia dalam mencapai target 23% pada 2025 dan berkontribusi pada aksi perubahan iklim.

Sementara itu Duta Besar Hotmangaradja Pandjaitan menyampaikan harapannya agar tiga proyek energi ini nantinya dapat memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia, serta kontribusi nyata bagi pembangunan di Tanah Air.

Penandatanganan kesepakatan ini semakin menegaskan energi terbarukan di Indonesia menarik bagi investor, baik pelaku bisnis, organisasi internasional, maupun lembaga perbankan internasional.

Menteri ESDM dan rombongan selanjutnya dijadwalkan mengikuti rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) One Planet Summit di Paris pada tanggal 12 Desember sebagai peringatan dua tahun atas ditandatanganinya Perjanjian Perubahan Iklim "Paris Agreement", serta meninjau kembali komitmen dan implementasi kesepakatan global tersebut.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya