JAKARTA – Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2017 menjadi hari yang ditunggu-tunggu oleh para pencinta online shopping. Pasalnya dalam perayaan hari belanja online ini sederet promo dan diskon siap memanjakan para konsumen.
Namun, dalam perayaan Harbolnas tahun 2017 masih ditemukan beberapa masalah seperti salah satunya diskon palsu yang ditemukan oleh masyarakat. Salah satu pengguna akun atas nama @hesemelekete menuliskan pernyataan menyangkut kekecewaannya terhadap diskon palsu yang ditemukannya di salah satu e-commerce papan atas, Lazada.
Pemilik akun tersebut menuliskan kekecewannya pada akun Twitternya. Namun, pihak Lazada sendiri sampai saat ini tak kunjung menemukan keberadaan produk yang diklaim oleh pemilik akun telah melakukan diskon palsu.
Baca juga: Harbolnas 2017, Menkominfo: Jangan Sampai Disusupi Player Nakal
Panitia Harbolnas 2017 sekaligus Chief Marketing Officer Lazada Achmad Alkatiri mengatakan, pihaknya sejak semalam terus mengontrol perkembangan harga yang diberikan penjual.
Dia mengatakan penjual yang memainkan harganya secara nakal akan langsung dimatikan kepemilikan akunnya di Lazada, sehingga hampir tidak mungkin adanya diskon palsu seperti yang diklaim oleh pemilik akun @hesemelekete tersebut. “Pokoknya yang drop and up harga yang tidak sesuai kami deactive akunnya,” jelasnya kepada Okezone, Selasa (12/12/2017).
Dia mengatakan, akun yang dimatikan selama Harbolnas 2017 dan akan diberikan pembinaan, sehingga penjual tidak lagi melakukan kecurangan. “Kami akan ajak bicara penjual. Kalau memang ada itikad baik ya boleh lagi berjualan. Kami tidak mau memutus rantai rezeki orang,” tuturnya.
Baca juga: Harbolnas 2017 Diwarnai Diskon Palsu, Lazada: Kita Selidiki Terus
Terkait harga yang tertera, Achmad mengatakan bahwa harga yang dibanderol merupakan harga yang diberikan oleh penjual. “Harga itu dari seller, diskon dari seller, namun ada beberapa yang diatur oleh kami,” ungkapnya.
Sedangkan dari sisi pembeli, Achmad mengatakan agar para pembeli tetap cermat dan menjadi pembeli yang pintar dalam bertransaksi. “Well, jadi smart buyer sih yang penting. Kan pembeli juga tahun produk tertentu harganya tidak mungkin semahal itu atau semurah itu,” jelasnya.
(Rizkie Fauzian)