JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga acuan atau BI 7 Day Reverse Repo Rate sejak Agustus lalu dan pada September juga kembali menurunkan menjadi 4,25% yang dipertahankan hingga saat ini. Namun, suku bunga kredit perbankan secara industri hingga akhir tahun ini masih double digit.
Asisten Gubernur dan Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI, Filianingsing Hendarta, mengatakan suku bunga kredit perbankan penurunannya lebih lambat dibandingkan deposito dikarenakan ada banyak komponen yang harus dilihat. Jadi untuk penurunan ini tidak hanya bisa melihat satu komponen saja.
Menurutnya, terkait dengan suku bunga kredit perbankan maka komponennya yang harus dilihat adalah Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) dan premi resiko. Di mana SDBK memiliki beberapa komponen yang perlu diperhatikan.
"SBDK itu komponennya ada beberapa, yang besar itu cost of fund dan iffer head cost dan profit margin. Kenapa kredit enggak bisa turun lebih cepat dari pada deposito, artinya komponen itu harus dilihat," ungkapnya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (14/12/2017).
Baca Juga: Hingga Oktober, Kredit Macet Capai 2,96% Pertumbuhan Kredit 8,16%