HERO sendiri, telah menginvestasikan dana sebesar Rp302 miliar pada semester I-2017 untuk mengembangkan toko dari sejumlah brand miliknya. Antara lain Hero Supermarket, Guardian, Giant, dan IKEA.
Dana yang diinvestasikan perseroan untuk mengembangkan toko-toko baru miliknya itu lebih besar ketimbang semester yang sama pada tahun lalu yang sebesar Rp212 miliar menjadi Rp302 miliar. Di mana 41% untuk relokasi toko, 27% untuk toko-toko baru, 12% untuk peremajaan toko yang ada.
Sekadar informasi, pada semester I-2017 HERO mencatatkan penurunan penjualan 3,8% dari Rp7,2 triliun menjadi Rp6,9 triliun. Untuk penurunan produk makanan sebesar 6,2%. Sementara untuk penjualan produk nonfood mengalami kenaikan 12,2%. Meski penjualan produk food menurun, tapi dia masih mendominasi.
(Martin Bagya Kertiyasa)