JAKARTA - Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) bersiap menerima hak pengelolaan atas sejumlah aset negara. Salah satunya adalah Gedung AA Maramis yang dibangun oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels pada 1809.
Gedung yang juga dikenal sebagai Gedung Daendels ini memiliki luas sekira 12.000 meter persegi. Gedung ini sendiri berlokasi di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
"Ini adalah aset heritage perkantoran terbesar di Asia Tenggara yang berusia 200 tahun," kata Direktur LMAN Rahayu Puspasari di Jakarta, Rabu (27/12/2017).
Baca Juga: LMAN Bebaskan Lahan Senilai Rp11,7 Triliun, Paling Banyak untuk Jalan Tol
Jika hak pengelolaan gedung bersejarah ini beralih ke LMAN, dia menyatakan, Jakarta akan memiliki spot ikonik. Sayangnya, dia enggan menyebutkan berapa nilai dari gedung tersebut.
"Nilainya saya belum bisa pastikan. Karena ini adalah aset yang harus dilakukan peremajaan," cetus dia.
Baca Juga: Lewat PT Perta Arun Gas, LMAN Mulai Kelola Kilang LNG Arun
Walau begitu, melakukan peremajaan atas Gedung Daendels ini bukan perkara mudah. "Karena nilai-nilai historis, edukasi dan sejarah harus tetap kita pertahankan," ungkap Puspa.
Selain Gedung Daendels, Puspa juga menyebut ada lagi aset yang tengah dalam proses pengalihan haknya atau under discussion. Yakni aset kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas yang sudah menjadi barang milik negara (BMN) yang merupakan aset eks Pertamina .
"Nilainya Rp16,2 triliun. Tapi itu belum memperhitungkan depresiasi," tambah dia.
(ulf)
(Rani Hardjanti)