Dia menegaskan, pinjaman daerah harus dipahami benar bahwa ini bukan sesuatu hal negatif. Hal ini menjadi tantangan SMI untuk terus mensosialisasikan apa maksud tujuan pinjaman daerah.
"Kami sering kali sosialisasi pada Pemda untuk optimalkan pinjaman Pemda sepanjang digunakan untuk belanja modal yang produktif yaitu infrastruktur," ujarnya.
Pertama, manfaat pinjaman daerah bisa mempercepat pelayanan publik, seperti revitalisasi rumah sakit, jalan, pasar dan sebagainya. Menurut Emma, dengan revitalisasi PAD bisa meningkat, pendapatan daerah meningkat daripada menggunakan pinjaman multi years yang dilakukan selama 3 tiga tahun.
Baca Juga: Menhub: Pembangunan Infrastruktur Tidak Hanya di Pulau Jawa
"Pemda terlaksana 1 tahun ke dua sudah dinikmati. Sehingga pertumbuhan ekonomi juga bisa lebih cepat. Ini kita coba promosikan, sosialisasikan kepada Pemda dan khususnya DPRD. Karena ini syarat mutlak dapat dukungan dari DPRD," tuturnya.
Dia mencontohkan, ada satu rumah sakit yang mendapat pinjaman untuk revitalisasi. Rumah sakit ini secara mikro sudah berdampak sosial ekonomi, di mana keuntungannya sudah 12 kali lipat.
"Pada ujungnya pasti berdampak pada pertumbuhan ekonomi di daerah. Demikian di sektor lain jalan dan pasar, ini semua sektor yang mending sustainabel development," ujarnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)