4. Cari rumah sesuai kemampuan
Semua orang pasti menginginkan bisa memiliki rumah dengan tanah yang luas, bangunan besar, lokasi strategis, dekat dengan fasilitas publik yang memadai. Ada banyak rumah seperti itu. Tapi harganya bisa dipastikan mahal.
Memiliki mimpi bertempat tinggal di rumah yang ideal, boleh-boleh saja. Tapi, lebih baik realistis saja. Carilah rumah dengan harga yang terjangkau dengan kemampuan kocek saat ini.
Bila memiliki KTP DKI Jakarta, kamu bisa mencoba mengajukan KPR untuk memiliki rusunami berkonsep Transport Oriented Development (TOD), yaitu apartemen yang berdiri satu lingkungan dengan stasiun KRL atau LRT. Misalnya, di Stasiun Tanjung Barat, Jakarta Selatan, dan lain sebagainya.
5. Ketatkan ikat pinggang
Kini, setelah kamu sudah menentukan rumah yang akan dibeli dan menjalankan upaya pengumpulan dana pembelian, penyesuaian gaya hidup pun perlu ditempuh. Ibaratnya, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.
Semakin banyak yang bisa kamu tabung, semakin cepat pula dana uang muka pembelian rumah terkumpul. Jalankan hidup hemat dan tekan dulu kebutuhan-kebutuhan tersier seperti hang out, wisata kuliner, makan di luar, belanja gadget, dan lain sebagainya.
Jalankan rencana keuangan dengan disiplin agar rumah incaran segera menjadi milik kamu. Jadi, kamu tetap bisa membeli rumah dengan gaji Rp5 juta. Selamat membeli rumah!
(Widi Agustian)