JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono yakin Indonesia memiliki kemampuan membangun jembatan bentang panjang dengan kualitas yang rapi dan kuat.
Pasalnya, ada inovasi yang dilakukan dengan pembangunan Jembatan Holtekamp lewat tipe Box baja Pelengkung, di mana pengerjaan bentang utama dilakukan oleh PT PAL Indonesia di Surabaya.
“Ini adalah komitmen pemerintah untuk memaksimalkan sumber daya dalam negeri. PT PAL, bisa membuat kapal perang dan kapal selam, tentu mampu membuat jembatan," kata Basuki, seperti dikutip dari laman Kementerian PUPR.
Menurutnya, pembangunan jembatan dapat menjadi penggerak industri baja nasional, serta memberikan pekerjaan kepada para tenaga ahli dan pekerja kontruksi Indonesia. Seperti diketahui bahwa pembuatan bentang tengah dengan bobot 2.000 ton itu menggunakan metode center span strand lifting yang pertama dilakukan di Indonesia.
Baca Juga: Baru 46 Daerah Pinjam Dana untuk Infrastruktur, Paling Banyak dari Luar Jawa
Sebagai informasi bahwa pembangunan Jembatan Holtekamp merupakan bagian dari upaya mewujudkan Nawa Cita Presiden Joko Widodo, dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk membangun Indonesia dari pinggiran. Selain itu, Jembatan ini akan menghubungkan Hamadi, Distrik di Jayapura Selatan dengan Holtekamp, Distrik Muara Tani, Kota Jayapura.
Hal itu akan mempengaruhi waktu tempuh bagi pengguna jalan dari Kota Jayapura ke Muara Tami menuju Pos Lintas Batas Negara Skouw, di mana sebelumnya membutuhkan waktu 2,5 jam kini menjadi 60 menit.
Di sisi lain, perakitan Bentang Tengah Jembatan Holtekamp tidak dilakukan di lokasi pembangunan jembatan, namun oleh PT PAL Indonesia di Surabaya. Perakitan Bentang Tengah Jembatan Holtekamp tidak dilakukan dilokasi pembangunan jembatan, namun oleh PT PAL Indonesia di Surabaya. Hal itu bertujuan meningkatkan aspek keselamatan kerja, meningkatkan kualitas pengelasan, dan mempercepat waktu penyelesaian hingga 3 bulan.
Baca Juga: Punya Duit Rp409 Triliun, Jokowi Tidak Mau Pembangunan Infrastruktur Andalkan APBN
Adapun panjang bentang tengah 400 meter ditambah jembatan pendekat 332 meter yang terdiri dari 33 meter pendekat dari arah Hamadi, dan 299 meter dari arah Holtekamp , sehingga total panjang jembatan keseluruhan 732 meter, dengan lebar jembatan 21 meter yang teridiri dari 4 lajur 2 arah dilengkapi media jalan.
Saat ini, Kementerian PUPR mendanai pembangunan jembatan utama, Pemerintah Provinsi Papua mendanai pembangunan jembatan penghubung Arah Holtekamp, dan Pemerintah Kota Jayapura mendanai pembangunan jalan pendekat dan pembebasan lahan. Adapun biaya pembangunan mencapai Rp1,7 triliun dengan konsorsium kontraktor PT Pembangunan Perumahan, PT Hutama Karya, dan PT Nindya Karya.
(Martin Bagya Kertiyasa)