Punya Duit Rp409 Triliun, Jokowi Tidak Mau Pembangunan Infrastruktur Andalkan APBN

Feby Novalius, Jurnalis
Jum'at 29 Desember 2017 19:15 WIB
Foto: Feby/Okezone
Share :

JAKARTA - Pemerintah kembali meningkatkan anggaran untuk infrastruktur di 2018 sebesar Rp409 triliun. Meski anggarannya besar, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak ingin pembiayaan infrastruktur selalu mengandalkan uang negara.

"Yang jelas (pembiayaan infrastruktur 2018) kita tidak mau rutinitas. Tidak mengandalkan APBN terus," ujarnya usai menutup perdagangan IHSG di Auditorium Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (29/12/2017).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, pembiayaan infrastruktur perlu inovasi. Inovasi yang dilakukan seperti menawarkan komodo bond di London.

Baca Juga: Menko Darmin Janji Percepat Pencairan Pinjaman Dana Infrastruktur

"Yang dijual Rupiah, bukan dolar. Saya kita ini sangat baik. Mungkin nanti dengan cara lain, limited consension scheme misalnya. Ini juga baru akan kita kerjakan," tuturnya.

Jadi, lanjut Presiden, pembiayaan infrastruktur ke depan akan banyak cara. Apalagi, perekonomian Indonesia saat ini semakin membaik dan membuat kepercayaan dunia semakin baik.

"Peluang untuk mendapatkan dana itu banyak sekali kok. Karena apa, kepercayaan yang diberikan dunia internasional kepada kita baik," tuturnya.

Baca Juga: Baru 46 Daerah Pinjam Dana untuk Infrastruktur, Paling Banyak dari Luar Jawa

Untuk diketahui, ari proyek infrastruktur publik yang digarap saat ini, porsi keterlibatan anggaran pemerintah masih cukup besar yakni 41,3%.Sedangkan BUMN mengambil porsi 22,2% dan swasta mencapai 36,6%.
Hari ini merupakan hari terakhir di mana semua orang akan berhenti bekerja di tahun 2017. Begitu pun bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam kesempatan tersebut, presiden juga menyampaikan selamat menikmati liburan akhir tahun. Namun Jokowi tidak mengatakan ia akan pergi ke mana dengan keluarga untuk libur akhir tahun ini.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya