JAKARTA - Meskipun belum mendapatkan izin tertulis dari pemerintah, Ratu Prabu Grup makin mematangkan rencananya untuk mengerjakan proyek light rail transit (LRT). Proposal proyek LRT telah disampaikan kepada Kementerian Perhubungan dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.
Ditemui di kantornya, Direktur PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI) Burhanuddin Bur Maras menjelaskan, pembangun LRT akan mencakup tiga fase. Dia juga memaparkan biaya yang dibutuhkan untuk fase I mencapai USD8 miliar atau setara dengan Rp107,2 triliun mengacu kurs Rp13.400. Sedangkan untuk total seluruh proyek LRT Ratu Prabu sekitar Rp402 triliun.
"Fase pertma USD8 miliar, kalau diselesaikan sampai fase ketiga bisa mencapai kisaran USD28 miliar hingga USD30 miliar," ujarnya di kantor Ratu Prabu I, Jakarta, Selasa (9/1/2018).
Baca Juga: Ratu Prabu Siapkan Dana Rp107,2 Triliun untuk Bangun LRT Tahap I
Buhanuddin menjelaskan, untuk pendanaan, Ratu Prabu telah menawarkan proyek LRT itu kepada investor China, Jepang, dan Korea. Saat ini, pihak China telah menyatakan ketertarikannya untuk membiayai proyek. Tahap awal proyek, mereka akan fokus untuk pembiayaan di fase I. "Kan tiga fase tidak sekaligus pengerjaannya. Kita fokus di fase I dulu, untuk biaya Fase II dan III, lihat dulu Fase I menguntungkan atau tidak," jelas Burhanuddin.
Dalam hal ini, Exim Bank China akan bertindak sebagai pihak yang akan memberikan pinjaman kepada Ratu Prabu. Dana segar tersebut, lanjut Bur Maras akan diberikan langsung kepada pihak kontrakor.
Dikatakan Bur Maras, Exim Bank China telah menyatakan minatnya untuk turun tangan dalam investasi di megaproyek ini, namun belum ada hitam di atas putih. Kesepakatan antara dua belah pihak, masih menunggu restu dari pemerintah. "Uang itu tidak pernah dikasihkan ke saya, langsung ke kontraktor, atau pabrik yang buat alat," jelas dia.
Baca Juga: Inka Ditunjuk Sediakan Kereta LRT Jabodetabek
Pada akhirnya, PT Ratu Energi Tbk turut serta dalam proyek ini. Meskipun sebelumnya, dalam keterbukaan informasi yang disampaikan PT Ratu Prabu Energi Tbk kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), menyebutkan bahwa perusahaan tidak memiliki kaitan dengan proyek LRT.
Pengembangan LRT akan dilakukan oleh pemegang PT Ratu Prabu selaku pemegang saham PT Ratu Prabu Energi Tbk. "Memang terhubung akhirnya terhubung tapi waktu negosiasi belum. Kalau sudah mantap nanti tergabung dengan PT Ratu Prabu Energi Tbk," tukas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)