"Jadi kalau perintis ini yang berjalan 2017 kita akan lihat low factor masih di bawah 50%, memang daya beli juga belum. Tapi ada kemungkinan (diperluas) seperti skema yang sedang kita ini juga, katakan LRT Palembang itu masih menggunakan skema perintis," tuturnya, di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (19/1/2018).
Menurutnya, low factor kereta perintis yang belum 50% disebabkan belum terkoneksinya kereta perintis dengan angkutan darat lainnya. Selain itu juga disebabkan rendahnya daya beli.
"Jadi ketika sudah terkoneksi dengan baik. Itu juga membuat demand bisa lebih tinggi," tuturnya.
Baca Juga: Menhub Cari Solusi agar Tiket Kereta Medan-Kualanamu Rp80.000
Zulfikri mengatakan, pihaknya terus melakukan evaluasi untuk bisa meningkatkan low factor. Diharapkan, jika sudah mencapai 70%, maka rute perlintasan tidak lagi diberikan subsidi.