JAKARTA – Pemerintah merespons soal insiden kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi yang terjadi dengan menyiapkan agenda evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan transportasi massal di Indonesia.
Menurut Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN, Dony Oskaria pembenahan aspek keselamatan perkeretaapian telah menjadi prioritas utama pemerintah tahun ini.
Dony menjelaskan bahwa program penguatan prasarana, termasuk perbaikan ribuan lintasan, merupakan instruksi langsung dari Presiden guna mencegah terjadinya insiden serupa di masa depan.
“Pertama-tama kami turut berduka cita dan prihatin atas kecelakaan yang terjadi. Ini sebetulnya sudah masuk dalam program kerja tahun ini, sebagaimana arahan Prabowo Subianto, di mana sekitar 1.800 lintasan kereta wajib diperbaiki dan dilengkapi dengan pintu pengaman,” ujar Dony ke awak media di Kemenko Perekonomian, Selasa (28/4/2026).
Evaluasi sistem keamanan ini tidak hanya menyasar aspek teknis di lapangan, tetapi juga merambah ke sisi manajemen operasional. Dony memastikan bahwa pihak BUMN akan bersinergi dengan pemerintah dalam hal pendanaan, di mana penguatan prasarana didukung oleh Kementerian Perhubungan dan internal BUMN.
“Dengan kejadian ini, kita akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keamanan transportasi massal. Presiden juga telah menyampaikan akan ada tambahan dukungan untuk memperkuat sistem keselamatan,” kata Dony.
Terkait penyebab pasti kecelakaan, pemerintah tetap menunggu hasil kerja dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).