Keempat, kinerja keuangan Garuda Indonesia sampai dengan kuartal III di 2017 semakin merosot dengan kerugian USD207,5 miliar dan juga nilai saham Garuda kode GlAA per 19 Januari 2018 per lembar hanya Rp314 per lembar atau mengalami penurunan sebesar 58% dari nilai saham pada saat IPO.
"Kelima, terjadi penurunan kinerja operasional Garuda Indonesia yang berdampak pada penundaan dan pembatalan penerbangan, yang paling signifikan terjadi pada bulan Desember pada masa puncak liburan dan kondisi ini sangat merusak citra perusahaan," tuturnya.
Keenam, Bintang menyampaikan, ada kondisi hubungan industrial saat ini tidak harmonis karena perusahaan banyak melakukan pelanggaran terhadap perjanjian kerja bersama atau perjanjian kerja profesi yang sudah disepakati.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)