JAKARTA - Petani di Jepang memanggil DNA kuno dari pisang yang dikembangkan secara khusus untuk menciptakan buah pisang dengan kulit bisa dimakan seluruhnya.
Teknik menciptakan pisang istimewa itu muncul pada akhir zaman es sekitar 20.000 tahun silam, saat tanaman muncul dari suhu musim dingin ekstrem untuk mulai tumbuh. Pisang biasanya membutuhkan waktu dua tahun untuk tumbuh besar dan berbuah. Meski demikian, metode yang digunakan para petani ini membutuhkan waktu lebih pendek sekitar empat bulan.
Inovasi ini tentu tidak murah. Hanya ada 10 buah pisang yang dijual setiap pekan dengan harga per buah mencapai USD5,70 atau Rp76.000. Pisang yang disebut Mongee Banana itu ditanam oleh D&T Farm di wilayah Okayama, Jepang. Pisang itu dijual di kios buah pusat perbelanjaan Tenmanya Okayama.
Panen pertama pisang yang ditanam secara organik dan bebas modifikasi genetika itu sukses pada November lalu. Pisang biasanya ditanam di iklim tropis, tapi Mongee ditanam menggunakan metode yang disebut Freeze Thaw Awakening memanfaatkan sejarah kuno buah tersebut.
Setelah akhir zaman es, tanaman akan bangkit dari hibernasi musim dingin yang panjang saat suhu mulai naik secara bertahap. Suhu maksimal saat siang hari hanya 12 hingga 13 derajat Celsius dan pada malam hari suhu turun di bawah nol derajat Celsius. D&T Farm menciptakan kembali kondisi itu dengan membekukan anakan pisang hingga minus 60 derajat Celsius, menanamnya lagi saat mencair.
Metode ini mendorong mereka tumbuh lebih cepat, bahkan di Jepang yang suhunya relatif dingin. Dengan metode penanaman itu, pisang Mongee rasanya lebih manis di bandingkan jenis pisang lain yang tumbuh di suhu tropis. Pisang Mongee mengandung 24,8 gram gula dibandingkan dengan rata-rata pisang biasa 18,3 gram.
Jepang mengimpor hampir 99% pisang yang dikonsumsi warganya. Dengan demikian, menanam jenis pisang ini tergolong mewah menjadi bagian dari 1% pisang yang ditanam di Jepang. Ini pun tercermin dari nama pisang itu yang dalam lidah lokal disebut mongay atau bahasa slang Okayama yang artinya luar biasa.
Dalam pernyataan di lamannya, juru bicara D&T Farm menjelaskan, pisang itu merupakan produk yang luar biasa. “Kulit pisang merupakan bahan hebat yang mengandung vitamin B6 dan magnesium terkait dengan sintesis serotonin. Selain itu, juga kaya kandungan yang disebut tryptophan yang merupakan bahan mentah serotonin yang menstabilkan pikiran dan membantu tidur,” ungkap pernyataan D&T Farm.
D&T Farm menambahkan, “Hasil riset bahwa kulit buah memiliki efek penghambat hipertropi prostat juga telah diterbitkan.”
Karena keterbatasan industri pertanian Jepang untuk buah, harga buah bisa sangat tinggi untuk jenis-jenis langka. Pada 2016, seikat anggur di Tokyo dijual 8.350 poundsterling (Rp151 juta), rekor harga di negara yang terobsesi dengan buah tersebut.
Musim buah di Jepang juga biasa diisi dengan berbagai momen saat para pembeli berusaha mencari prestise sosial atau dari para pemilik toko yang ingin menarik pembeli. Pemilik toko Takamaru Konishi rela mengeluarkan 1,1 juta yen untuk seikat anggur yang terdiri dari 30 butir anggur jenis Ruby Romans. Itu artinya, per butir anggur bernilai 280 poundsterling. Setiap butir anggur Ruby Romans memiliki ukuran sebesar bola pingpong dan rasanya sangat manis.
Syarifudin
(Rani Hardjanti)