JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman sore ini mendatangi Kementerian Koordinator bidang Perekonomian. Kedatangannya kali ini, untuk melaporkan daerah di Indonesia yang sudah panen padi di awal bulan Februari 2018 ini.
"Datang melapor panen padi. Kami sudah ke daerah panen," ungkapnya di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (8/2/2018).
Baca Juga: Operasi Pasar Jadi Senjata Bulog Tekan Harga Beras
Mentan Amran mengatakan, beberapa daerah yang sudah panen di antaranya di Jawa Barat adalah Garut, Sukabumi. Kemudian di Jawa Tengah di daerah Pati dan Jawa Timur. Dengan panen beras ini maka yang akan dijaga oleh pihaknya adalah harga di tingkat petani agar tidak turun.
"Melihat panen sekarang menjaga agar petani jangan sampai harganya jatuh terlalu jauh," jelasnya.
Baca Juga: Pasokan Beras Menyusut, Lahan Pertanian pun Berubah Jadi Hunian
Dia juga menjelaskan, untuk daerah Pati hari ini baru saja melakukan transaksi jual gabah kering panen dengan harga beli Rp3.900 hingga Rp4.000 per kilogram (kg). Kurang lebih dalam penjualan ini ada sekitar 400 ton hingga siang dan sampai malam di perkirakan 1.000 ton. "Itu baru satu kabupaten," imbuhnya.
Baca Juga: Selain Cipinang, KPPU Usul Tambah Pasar Induk Beras di 6 Wilayah
Menurutnya, saat ini fokus pemerintah adalah menjaga petani agar harga jual gabahnya tidak di bawah Harga Pokok Penjualan (HPP). Untuk hal ini, pihaknya sudah menyiapkan langkah dengan membentuk tim sergap di sentral produksi di 7 propinsi.
"Langsung kami gerakkan seluruh tim. Jangan sampai ada petani mengeluh karena harga di bawah HPP. Itu tujuan kami turun dan langsung kami laporkan kepada Pak Menko," tukas dia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)