JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro, menyoroti mengenai tidak meratanya perubahan struktur kependudukan di Indonesia.
Bambang mengatakan bahwa struktur kependudukan tersebut dipengaruhi oleh angka kesuburan total (total fertility rate/TFR) yang meskipun menurun secara nasional namun belum merata di tiap provinsi.
"TFR perlu dijaga di 2,1 untuk memperlambat populasi yang menua (aging population)," ucap dia dalam acara persiapan Sensus Penduduk 2020 di Jakarta, Rabu (14/2/2018).
Baca juga: RI Bisa Keluar dari Jebakan Negara Berkembang Berkat Usia Penduduk Produktif
TFR merupakan jumlah rata-rata anak yang akan terlahir dari seorang wanita sepanjang hidupnya. Pada 1971, TFR nasional mencapai 5,6 dan kemudian posisi terakhir menunjukkan TFR 2,3.
Bambang menyebutkan beberapa provinsi yang TFR-nya mendekati tiga, yaitu Nusa Tenggara Timur (2,8), Sulawesi Barat (2,7), dan Sulawesi Tenggara (2,6).