JAKARTA - Dalam diri kita masing-masing, sebenarnya ada DNA sukses yang sudah ditanamkan sebagai bagian dari kesempurnaan adikarya Sang Mahakuasa.
Semua tercipta dengan potensi, apa pun itu bentuknya yang jika digali, dikembangkan, dimaksimalkan, mampu jadi kekuatan luar biasa, sesuai dengan bidang yang digeluti atau ditekuni. Minimal seseorang akan bisa memenuhi tugas hidupnya, yakni menjadi puzzle alias keping pelengkap peran yang tak bisa dilakukan orang lain.
Seperti seorang yang tak bisa memotong rambutnya sendiri, ia butuh tukang cukur untuk membantunya.
Seperti juga layaknya orangtua yang perlu bantuan guru, baik formal dan nonformal yang membantu mendidik anakanaknya. Itulah mengapa sejatinya hanya dengan bergerak, kita sebenarnya sudah memberi arti bagi hidup dan kehidupan di sekeliling kita.
Ya, kuncinya terletak pada gerak alias tindakan. Tentu, bukan sekadar tindakan apa adanya yang tanpa makna. Namun, tindakan yang diharapkan mampu memberi kontribusi bagi diri dan sekeliling kita. Dalam bahasa Jawa, sejak kecil, saat hendak melakukan sesuatu, saya kerap mendengar ucapan dan nasihat dari orang tua, ”Temandang nyambut gawe”. Arti harfiahnya segeralah bertindak.
Kata temandang sendiri mengandung kata bersegeralah atau bergegaslah, dalam konteks ini untuk berkarya. Maka itu, ketika kita temandang untuk melakukan apa pun, di sanalah kita didorong mulai memutarkan ”roda” karya untuk mengeluarkan potensi yang ada dalam diri. Mengapa harus segera dan harus bergegas? Sebab kata ini mengandung ”kekuatan” bahwa kita dianjurkan untuk tidak menunda-nunda dalam melakukan segala hal. Memang bukankah menurut banyak penelitian, sikap suka menundanunda adalah salah satu sikap paling banyak menghalangi kita menuju sukses.
Bahkan, banyak yang merasa kondisi tersebut sangat manusiawi. Karena itu, saat kita hendak memulai dan rasa malas menggoda, kadang itu dirasa biasa saja. Padahal jika ini berhasil kita lawan dengan sikap segera bertindak alias tidak menunda-nunda, bisa jadi itu akan menjadi ”batu pijakan” pertama untuk menghasilkan karya demi karya.
Di sinilah sebenarnya ”ilmu dasar” untuk mengeluarkan segenap potensi yang sudah ada dalam diri. Sebab dengan ”bergegas” ini, kita akan memicu tubuh untuk bereaksi terhadap gerak yang kita lakukan. Dengan begitu, gerakanpertamaituakan memicu otot-otot yang lainnya untuk ikut terpacu ber gerak sesuai dengan tenaga yang kita kerahkan.
Ibarat seorang pelari di arena atletik, start pertama itulah yang konon menentukan kemenangannya. Coba rasakan juga saat kita terbangun dari tidur yang lelap. Ketika tersadar di pagi hari sehabis istirahat semalaman, biasanya pilihan kita hanya dua. Kalau memilih segera bangkit dari tempat tidur, maka elemen tubuh yang kita istirahatkan semalam akan mengeluarkan energi yang membuat kita segera hilang kantuk dan mampu melakukan aktivitas lainnya. Beda saat kita tidak bergegas dan memilih untuk sekadar menggeliat di tempat tidur dan mencoba kembali memejamkan mata.
Niscaya kita pun akan terlena dan kantuk pun terus menggoda untuk meneruskan tidur kita. Bisa kita bayangkan pula, jika pada saat perjuangan kemerdekaan atau mempertahankan kemerdekaan puluhan tahun silam, para pahlawan pejuang bangsa tidak bersegera dalam perjuangannya. Hampir bisa dipastikan, musuh bisa mengalahkan kita.
Terbukti, hasil yang kita peroleh berbeda saat pahlawan kita bergegas memproklamasikan kemerdekaan sehingga Indo nesia mampu mendapatkan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945. Atau apakah yang terjadi jika Bung Tomo di Surabaya tidak segera mengatur siasat untuk mempertahankan kemerdekaan? Bisa jadi, kisah heroik yang membuat bulan November dijadikan Hari Pahlawan Nasional tak akan menggema hingga sekarang.
Untuk itu, jika ingin mencapai sukses yang kita dam bakan, mari kita biasakan diri untuk segera bertindak dan berkarya. Mari kita usahakan lebih banyak bekerja dibanding bicara. Dengan begitu, kita bisa selalu mempunyai target-target yang bisa kita terus kembang kan dan selesaikan sesuai jadwal. Maka itu, pintu-pintu sukses pun akan segera terbuka untuk kita masuki. Salam sukses luar biasa!
(Dani Jumadil Akhir)