Proses Negosiasi Divestasi 51% Saham Freeport Dinilai Alot, Begini Penjelasannya

Yohana Artha Uly, Jurnalis
Kamis 22 Februari 2018 20:50 WIB
Ilustrasi: (Foto: Reuters)
Share :

Lebih lanjut, dia mengatakan, panjangnya negosiasi bahkan terlihat dari potensi negara membayar mahal untuk bisa lakukan divestasi 51%.

Baca Juga: Valuasi Saham Freeport Ditargetkan Selesai Juni 2018

"Apalagi kalau mau punya 51% itu kita harus beli dengan mahal. Ini bahwa Freeport tidak mau lepaskan, karena berbelit-belit, tiba-tiba muncul Rio Tinto, dengan PI (participating interest) 40% yang kita harus membeli. Ini proses berbelit-belit," ujarnya.

Menurutnya, bila negara harus merogoh dana yang besar untuk divestasi 51%, itu sangat merugikan, karena negara harus kembali berhutang untuk mencukupi pembelian saham.

"Ini harganya bisa sampai puluhan triliun. Mungkin holding tambang bisa beli tapi uangnya dari mana? Dari hutang, kapan kita mau kembalikan? Saya pribadi kalau misal harus beli mahal 51% itu. Lebih baik sudah jangan diperpanjang saja kontraknya sampai selesai," pungkasnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya