Ada Moratorium Proyek Elevated, Infrastruktur Asian Games Dipastikan Tepat Waktu

Antara, Jurnalis
Jum'at 23 Februari 2018 14:45 WIB
Ilustrasi Infrastruktur. (Foto: ANT)
Share :

JAKARTA - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah mengaku optimis proyek-proyek infrastruktur yang berkaitan dengan Asian Games 2018 akan selesai tepat waktu.

"Secara keseluruhan, proyek-proyek infrastruktur itu sudah berjalan sesuai dengan rencana dan dipastikan bisa selesai sebelum dimulainya Asian Games," kata Saefullah di Jakarta, Jumat (23/2/2018).

Salah satu proyek tersebut, menurut dia, yakni progres pembangunan sarana transportasi masal ringan berbasis rel atau Light Rail Transit (LRT) yang sudah mencapai 63%.

"Sampai dengan saat ini, progres pembangunan LRT untuk Asian Games itu sudah mencapai 63%. Diharapkan, pada Juli 2018 sudah mencapai 95%, sehingga pada Agustus 2018 sudah bisa dioperasikan," ujar Saefullah.

Baca Juga: Tak Hanya Kontraktor, Konsultan Proyek Infrastruktur Juga Dievaluasi

Dia menuturkan, progres pembangunan arena pacuan kuda atau Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIEPP) di Jakarta Timur sudah mencapai 90%.

"Progres pembangunan JIEPP saat ini sudah mencapai 90% dan masuk tahap finishing. Progresnya itu sama dengan Velodrome. Jadi, sejauh ini pembangunan sarana-sarana itu terus berjalan dengan baik," tutur Saefullah.

Sementara itu, di sisi lain, dia meminta agar kontraktor yang mengerjakan pembangunan venue Asian Games juga merapikan dan menata lingkungan yang berada diluar venue, sehingga nampak bersih, nyaman dan indah.

"Memang kewenangan Pemprov DKI Jakarta adalah merapikan lingkungan di sekitar venue dan wisma atlet. Namun kami tetap meminta supaya pengerjaannya tidak dilakukan dengan tergesa-gesa, sehingga hasilnya maksimal," ungkap Saefullah.

Baca Juga: Moratorium Pembangunan Infrastruktur Elevated, Ini Daftar Lengkapnya

Sekadar informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan untuk seluruh pengerjaan proyek layang (elevated) diberhentikan sementara. Tercatat ada 32 proyek jalan tol dan 4 proyek kereta yang dihentikan.

Direktur Jenderal Bina Konstruksi sekaligus Ketua Komite Keselamatan Konstruksi Syarif Burhanuddin mengatakan, konsultan proyek menjadi salah satu yang akan dievaluasi.

Beradasarkan evaluasi yang dilakukan, belum diketahui apakah ada rekomendasi untuk sanksi kepada konsultan atau seperti apa. Akan tetapi, sudah dipastikan bahwa konsultan juga pengguna jasanya semua jadi kesatuan yang wajib diperiksa.

Dia menerangkan, dalam evaluasi konsultan ada perbedaan prosesnya, karena setiap kontraktor ada konsultan masing-masing. Selain itu, mekanisme memilih konsultan pun beberda.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya