JAKARTA - Berbicara tentang kuliner, ayam geprek saat ini tengah digandrungi para pencita kuliner. Tidak hanya karena mengenyangkan dan sambalnya yang khas, namun harganya yang terjangkau. Di balik tren tersebut terbuka peluang usaha ayam geprek. Maka bukanlah hal yang mengherankan jika usaha ayam geprek menjamur.
Salah satunya yang baru berdiri adalah usaha Ayam Geprek Bang Njup, yang beralamat di jalan Bumi Raya Pondok Benda Indah RT.01/018, No.35 B1, Pamulang, Tangerang Selatan. Meski baru berumur jagung atau sekita 3 bulan yang lalu, tepatnya pada 15 Desember 2017, namun usaha ayam geprek tersebut sudah ramai dikunjungi oleh pembeli. Padahal, lokasi Ayam Geprek Bang Njup terletak bukan di tempat strategis, melainkan di dalam komplek. Seperti diketahui, lokasi adalah salah satu faktor sukses dalam sebuah usaha.
Adalah Jefri Firdaus pemilik Ayam Geprek Bang Njup. Brand "Bang Njup" diambil dari panggilan Jefri sehari-harinya.
Awalnya, dia membuka bisnis kuliner terinspirasi dari temannya yang membuka usaha ayam geprek. "Karena saat saya cicipi, memang enak. Jadi saya putuskan buat usaha dengan ciri tersendiri," lanjutnya.
Dia mengaku, kekuatan ayam geprek ada di sambal. Dia mulai meracik cita rasa sambalnya. Dibantu Ibunda tercinta, dia mampu membuat sambal geprek dengan cita rasa bawang putih yang khas. Sambal yang disajikan bersama ayam geprek dibuat tidak kering, melainkan dicampur dengan minyak goreng agar basah sehingga nikmat dikonsumsi dengan nasi.
Ayam geprek ini buka setiap Senin sampai Jumat dan Sabtu sampai Minggu pukul 09.00-22.00 WIB. Harga yang ditawarkannya pun relatif murah. Satu porsi ayam saja diberi harga Rp13.000 per porsi, sedangkan satu porsi ayam plus nasi diberi harga Rp16.000. Jefri hanya memberi tambahan tempe yang diberi harga Rp1.000.
Ketika membuka usaha ini, Jefri mendapatkan modal hasil pinjaman. Tetapi bukan dari bank. "Modal awal meminjam dari temen Rp2,5 juta," ujarnya kepada Okezone.
Modal itu dia belikan alat masak, bahan baku, banner, dan meja. Jefri tidak butuh waktu lama untuk menutupi modalnya tersebut, hanya sekitar masuk di bulan kedua, dia sudah bisa menutupi modal.
Soal promosi, dia mengandalkan seluruh teman hanya dengan sistem dari mulut ke mulut saja. Saat ingin membuka usaha, pada bulan pertama, dia mengaku bahwa hampir seluruh pembeli berasal dari temannya.
"Bulan kedua enggak utamain temen, anggap saja kalau teman yang datang itu bonus," ungkapnya lagi.
Di bulan ketiga, Jefri mampu menyediakan lebih dari 10 ekor ayam untuk dua hari. Setiap satu ekor ayam dia potong menjadi 4 bagian. Dalam menjual ayam geprek, Jefri juga menggunakan sistem jemput bola. Dia juga membuka layanan pesan antar melalui handphone atau mulut ke mulut. Setelah ayam matang, dia langsung mengantarkan sendiri paket tersebut ke pembeli. Hal itu dia lakoni setiap hari, kecuali hari Jumat. Kenapa? Pada setiap hari Jumat, dia mengadakan program usaha Jumat Sedekah. Khusus di hari itu, dia mengajak seluruh teman-temannya berbagi amal baik dengan menyiapkan puluhan porsi ayam geprek untuk dibagikan kepada semua orang yang membutuhkan, termasuk membagi-bagikannya ke masjid-masjid. "Jumat ada program Jumat Sedekah, jadi setiap Jumat tutup. Saya kumpulin teman rumah, teman jalan, teman kampus, yang mau sedekah buat orang yang tidak mampu, biasanya di atas 45 porsi," katanya. Atas jerih payahnya membangun usaha ayam geprek, Bang Njup mampu menghasilkan keuntungan hingga dua kali lipat hanya dalam kurun waktu 3 bulan.