Dari jumlah tersebut 65% di antaranya merupakan pinjaman yang digelontorkan oleh Cina Development Bank (CDB). Sedangkan 25% sisanya berasal dari ekuitas perusahaan dalam hal ini PT KCIC.
Lebih lanjut Dwi menambahkan bertambahnya nilai proyek kereta cepat Jakarta-Bandung disebabkan adanya penambahan asuransi proyek serta komponen debt service reserve account (atau biaya untuk membuka rekening bank/DSRA). Keduanya membuat nilai proyek bertambah hingga USD100 juta.
(ulf)
(Rani Hardjanti)