Sawit Penting Bagi Perekonomian RI, Ini Alasannya

Koran SINDO, Jurnalis
Kamis 15 Maret 2018 10:37 WIB
Foto: Okezone
Share :

Menteri Perdagangan Enggar tiasto Lukita mengatakan, kam panye negatif dari negara Eropa terhadap komoditas kelapa sawit Indonesia harus dibuktikan terlebih dahulu. Menurutnya, perlakuan negara Eropa tersebut merupakan bentuk persaingan tidak sehat pada industri minyak nabati domestik.

“Kalau ada tuduhan, mari buktikan dulu dan kita sudah mengundang mereka untuk itu. ISPO kita sudah mendekati standar global RSPO dan mereka minta batasnya 80%. Saya bilang kita sudah 85%-90%,” ujarnya.

 Baca juga: Kementan Bakal Stop Pabrik Kelapa Sawit yang Tak Memiliki Lahan

Ketua Umum Gapki Joko Supriyono mengatakan, produksi CPO Indonesia tahun 2017 mencapai 38 juta ton. Dari 38 juta ton tersebut, diekspor ke lebih dari 50 negara sebanyak 31 juta ton. Sementara yang di pakai untuk pasar domestik sebesar 11 juta ton.

“Dari 31 juta ton, yang di ekspor dalam bentuk CPO hanya 7 juta ton. Sisanya 24 juta ton diekspor dalam bentuk olahan. Ini membuktikan program hilirisasi sudah menunjukkan hasil,” ujarnya.

Joko mengatakan, nilai ekspor sawit 2017 mencapai USD22,9 miliar. Ini merupakan angka tertinggi dalam ekspor sawit. Joko menuturkan, luas perkebunan sawit Indonesia 2017 sekitar 11,9 juta hektare (ha) karena 42% merupakan kebun rakyat, baik plasma maupun kebun rakyat swadaya. Sejalan dengan Gerakan Peningkatan Produktivitas Kebun Sawit Rakyat, Gapki berkomitmen mendukung dan berkontribusi untuk meningkatkan produktivitas kebun sawit rakyat.

Selain itu, Gapki akan memperluas program kemitraan dengan petani swadaya karena kelompok ini produktivitasnya lebih rendah dari kebun plasma.

“Dengan skema kemitraan ini diharapkan terjadi peningkatan produktivitas secara gradual,” tuturnya.

Gapki juga meminta dukungan pemerintah dalam penyelesaian masalah tumpang tindih kawasan hutan dengan kebun sawit rakyat.

“Karena ini akan menghambat kelancaran program kemitraan,” katanya. (Oktiani Endarwati/Koran Sindo)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya