Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditargetkan Rampung Akhir 2020

Feby Novalius, Jurnalis
Rabu 21 Maret 2018 16:15 WIB
Ilustrasi: Foto Antara
Share :

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mengawal pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Perkembangan terbarunya, konstruksi tunnel (terowongan) sudah berjalan di wilayah Walini yang terletak di Bandung Barat dan di wilayah Halim Perdanakusuma, Jakarta.

 Menteri BUMN Rini M Soemarno pun melakukan peninjauan ke lokasi tunnel Walini di Bandung Barat. Menurut Rini,  wilayah Walini dan Halim Perdanakusuma tersebut termasuk dalam bagian titik strategis dari keseluruhan proses pembangunan proyek kereta cepat.

Pembangunan tunnel dilakukan lebih dulu lantaran proses konstruksinya membutuhkan waktu. Dititik lainnya juga sudah dimulai pengerjaan rel layang (elevated). Kereta dengan kecepatan 350 km per jam ini akan mempersingkat waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi sekitar 45 menit. Kereta ini akan dilengkapi empat stasiun, yakni Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Walini dan Stasiun Tegalluar. Jalur kereta cepat juga tidak menggunakan jalur rel yang sudah ada, melainkan dibuat jalur rel baru yang sesuai dengan spesifikasi kereta cepat.

Baca Juga : China Akan Punya Kereta Cepat Tanpa Awak

 Kehadiran kereta cepat ini diharapkan mampu memberikan pilihan moda transportasi masyarakat dengan menghemat waktu tempuh, efisiensi serta memberikan transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Kehadiran kereta cepat bisa menjadi upaya menumbuhkan ekonomi di sepanjang koridor Jakarta Bandung melalui penciptaan sentra ekonomi baru baik di sektor usaha kecil menengah  maupun ekonomi masyarakat sekitar,” kata Rini dalam keterangan tertulis Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Kereta cepat Jakarta-Bandung ini merupakan awal dari pembangunan kereta cepat yang secara jangka panjang ditargetkan bisa beroperasi juga di daerah lainnya. Jalur kereta cepat Jakarta-Bandung dipilih untuk dilaksanakan terlebih dahulu lantaran dinilai paling siap dari sisi lahan, sisi bisnis, dan kelayakan secara keseluruhan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya