Pelabuhan Tanjung Carat Diusulkan Masuk ke KEK Tanjung Api-Api

Feby Novalius, Jurnalis
Jum'at 23 Maret 2018 18:10 WIB
Pelabuhan. (Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA - Kementerian Koordinator bidang Perekonomian usai menggelar rapat kerja terkait pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Hasilnya, akses pelabuhan menuju kawasan ini akan ditambah.

KEK Tanjung Api-Api merupakan usulan dari Gubernur Sumatera Selatan. Pengembangan kawasan ekonomi khusus ini, dasar terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 51 Tahun 2014.

Fokus KEK untuk kegiatan utama industri seperti karet, kelapa sawit dan petrokimia. Dengan akses pelabuhan yang tertuang dalam masterplan yakni Pelabuhan Tanjung Api-APi sejauh 2,5 km dari KEK dan Pelabuhan Boom Baru sejauh 75 km.

Baca Juga: Aturan Ekspor Impor Kawasan Ekonomi Khusus Tak Perlu Izin Pemerintah Pusat

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil mengatakan, ada usul untuk memasukan Pelabuhan Tanjung Carat menjadi bagian dari KEK Tanjung Api-Api. Untuk itu, pemerintah pun akan melakukan revisi aturan dalam PP tersebut.

"Untuk perubahan itu tentu perlu ada persyaratan ini yang harus dipenuhi oleh Pak Gubernur Sumatera Selatan, dan nanti beliau penuhi setelah dipenuhi nanti diubah Peraturan Pemerintah untuk dijadikan Tanjung Api-Api, sebagai kawasan ekonomi khusus di mana termasuk Tanjung Carat," ujarnya, di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Baca Juga: Konsep Masterplan Batam Menjadi KEK Mulai Dimatangkan

Menurutnya, dengan masuknya Pelabuhan Tanjung Carat dalam KEK karena kapasitasnya bisa disandari kapal ukuran besar. Sebab kedalaman pelabuhan sangat dalam di bandingkan Pelabuhan Tanjung Api-Api saat ini.

"Memang untuk pelabuhan yang paling bagus di Tanjung Carat sana, pelabuhan dalam, kalau sekarang itu pelabuhannya dangkal sekali," tuturnya.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya