Depo MRT II Disepakati di Kampung Bandan

Koran SINDO, Jurnalis
Senin 26 Maret 2018 16:13 WIB
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
Share :

Setelah mendapatkan perhitungannya, pada Agustus mendatang pihaknya langsung menggelar tender. Setelah tender diharapkan paling lambat November sudah bisa dilakukan penandatanganan kontrak untuk pembangunan MRT.

“Kita harap appraisal mission sudah dimulai. Agustus 2018 mulai tender dan November sudah contract signing untuk fase II dan Desember dilakukan groundbreaking ,” ujarnya.

Dalam waktu dekat MRT akan bertemu perwakilan dari Japan International Corporation Agency (JICA) membahas dana pinjaman. Sebelum itu MRT akan terlebih dahulu menyelesaikan persyaratan yang diajukan JICA berupa pembebasan lahan. “Ini permintaan dari JICA dan sedang kita lakukan,” kata William.

Menurut dia, izin pembangunan MRT fase II tidak ada masalah sebab Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memberikan izin pembangunan delapan stasiun untuk MRT. Rute MRT fase II terdiri atas tujuh stasiun bawah tanah (underground ) dan satu stasiun di atas tanah. Sebelumnya progres pembangunan MRT Bundaran HILebak Bulus saat ini mencapai 91,86% dengan rincian konstruksi layang 87,99% dan konstruksi bawah tanah 95,76%. Kemudian rel yang terpasang sudah sepanjang 13.114 meter dari depo Lebak Bulus menuju Blok M, Jakarta Selatan.

“Kesiapan operasional sekitar 47,56% (institusi dan sumber daya manusia), pembayaran dana proyek 64%. Dua rangkaian kereta dengan 12 gerbong akan datang pada 26 Maret. Tarif kemungkinan akhir bulan ini sudah keluar penghitungannya,” ujar Sekretaris Perusahaan PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah beberapa waktu lalu.

Pemesanan kereta MRT berjumlah 16 rangkaian. Satu rangkaian terdiri atas enam gerbong. Apabila 16 rangkaian, sebanyak 96 gerbong yang akan didatangkan secara bertahap. Kesiapan lain dalam pengoperasian MRT berupa teknik operasional dan subsidi tarif. Ini tentu harus melewati beberapa proses dan uji coba. Pada Mei mendatang dijadwalkan akan diuji coba sekitar depo Lebak Bulus.

“Kalau tarif dalam aturannya tiga bulan sebelum operasi akan dibahas, termasuk biaya maintenance , proyeksi, dan perkiraan jumlah penumpang. Nah, dihitung- hitung ternyata ada harga komersial. Nanti disampaikan Pemprov DKI dan harus disetujui DPRD. Kalau mau dibawah harga spesial, harus ada subsidi,” ungkapnya.

Mengenai masinis dan SDM akan ada instruktur yang telah dilatih di Malaysia. Menurutnya, kereta di Malaysia sistemnya sama dengan MRT Indonesia yakni menggunakan CBTC. “Nanti di-track kalau sudah terpasang seluruhnya dari Lebak Bulus - Blok M pada Agustus mendatang. Diuji coba secara bolakbalik kan diBlokMadapertukaran rangkaian juga,” ujar Hikmat.

(bima setiyadi/ okezone)

(yau)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya