"Cuaca ekstrem semacam itu dapat meningkatkan kerentanan kondisi rawan pangan." Pemanasan diperkirakan mengarah kepada kondisi yang lebih lembab secara rata-rata, dan banjir membuat produksi pangan terancam, tapi pertanian juga dapat terancam oleh makin sering dan lamanya kemarau di sebagian daerah, kata studi tersebut yang telah disiarkan di jurnal Philosophical Transactions of the Royal Society A.
Baca Juga: Mendag: 1 April, Pelaku Usaha Wajib Terapkan HET Bahan Pokok
Kondisi yang lebih lembab diperkirakan memiliki dampak paling besar di Asia Timur dan Selatan, dan kebanyakan proyeksi ekstrem menunjukkan arus Sungai Gangga dapat berlipat dua pada pemanasan global dua derajat Celsius.
"Sebagian perubahan sudah tak terelakkan, tapi jika pemanasan global dibatasi pada 1,5 derajat Celsius, kerentanan ini diproyeksikan akan tetap lebih kecil daripada dua deraja Celsius di rata-rata 76% negara berkembang," kata Profesor Betts.
(Dani Jumadil Akhir)