Sementara itu berbeda dengan Jakarta, okupansi di Bali relatif lebih stabil bahkan meningkat sepanjangan tahunya. Apalagi ketika banyak sekali tanggal merah yang terjadi sepanjang tahun.
"Dari sisi occuoancy itu selalu ada pola. Pola yang terlihat adalah di bulan Juni dan July ini adalah di bulan puasa dan lebaran biasanya turun (Jakarta). Bedanya dengan Bali kalo lebaran itu naik. Karena memang aktivitas bisnisnya itu berhenti di Jakarta," jelasnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data dari Colliers Indonesia, okupansi perhotelan di Jakarta diprediksi akan meningkat hingga 62%. Peningkatan tersebut ditunjang oleh adanya event besar yakni Asian Games dan tahun politik.
Sementara okupansi hotel di wilayah Bali, diperkirakan akan meningkat hingga 73%. Ada beberapa hal yang membuat peningkatan okupansi begitu signifikan, yakni event pertemuan IMF-Wprld Bank dan mulai kondusifnya gunung agung.
(Fakhri Rezy)