JAKARTA - Ratusan pengemudi ojek online dari Uber berbondong-bondong mendaftarkan diri untuk bermigrasi menjadi bagian dari mitra GrabBike. Salah satu fitur dari Grab untuk pengemudi ojek online.
Seperti diketahui, Grab telah mengakuisisi perusahaan transportasi online, Uber di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Hal ini pun menyebabkan penghilangan aplikasi Uber di Asia Tenggara dan mengharuskan mitranya beralih ke aplikator lainnya.
Baca Juga: Akuisisi Uber oleh Grab Bisa Tingkatkan Jumlah Pengangguran
Berdasarkan pantauan Okezone, Jumat (6/4/2018) di salah satu tempat pendaftaran mitra Grab yang terletak GOR Bendungan Hilir terlihat ratusan pengemudi berseragam Uber mengantri.
Satu per satu pengemudi Uber ini pun mengisi formulir pendaftaran. Kemudian dengan sabar mengantri giliran proses registrasi hingga tes kemana berkendara yang menjadi bagian dari persyaratan.
Head of GrabBike Indonesia Richard Aditya menyatakan, setidaknya untuk setiap harinya pendaftaran di GOR Benhil saja mencapai 300 pengemudi.
"Sejak 26 Maret kita buka, kita rata-rata tiap harinya sekitar 300 pengemudi dari Uber," ucapnya.
Baca Juga: Setelah Singapura, Malaysia Selidiki Aksi Grab Akuisisi Uber
Dia menjelaskan, setiap pengemudi yang mendaftar harus lakukan registrasi, kemudian melakukan tes keselamatan berkendara. Setelah itu baru akan mengikuti training penggunaan aplikasi hingga akhirnya mendapatkan atribut.
"Itu semua prosesnya berjakaaan di hari yang sama, kurang lebih butuh 2 jam untuk bisa jadi pengemudi. Kalau lulus bisa langsung aktivasi aplikasi dan langsung beroperasi," jelasnya.