Bisnis Antar Barang Jadi Mesin Pencetak Uang Uber

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 10 Agustus 2020 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 10 320 2259779 bisnis-antar-barang-jadi-mesin-pencetak-uang-uber-lWBqFcTrDj.jpg Uber (Foto: The Independent)

JAKARTA - Layanan pengiriman menjadi salah satu sumber andalan baru bagi pendapatan Uber. Hal ini juga menjadi sangat penting ketika pandemi membuat bisnisnya mengalami masalah.

Pendapatan dari Eats mencapai USD1,2 miliar atau sekitar Rp17,5 triliun (mengacu kurs Rp14.600 per USD) pada kuartal kedua. Angka ini tumbuh, dua kali lipat dibandingkan per tahun sebelumnya. Sementara itu, pendapatan bisnis Uber's Rides anjlok 67% menjadi USD790 juta atau Rp11,5 triliun.

Demikian pula, pemesanan untuk Wahana menurun 73% selama periode tersebut. Sementara itu untuk makanan, mereka tumbuh 113%.

Baca Juga: Butuh Modal Bangun Startup? Ini 6 Sumber Pendanaannya 

"Bisnis pengiriman kami sendiri sekarang sebesar bisnis Rides kami ketika saya bergabung dengan perusahaan pada tahun 2017. Kami pada dasarnya telah membangun Uber kedua dalam waktu kurang dari tiga tahun,” ujar CEO Dara Khosrowshahi dikutip CNN, Senin (10/9/2020).

Secara keseluruhan, Uber kehilangan USD1,8 miliar atau Rp26,3 triliun selama kuartal kedua. Hal ini juga menambah sejarah panjang kerugian yang curam.

Kontribusi kerugian hampir USD400 juta atau Rp5,8 triliun dalam biaya restrukturisasi. Perusahaan memotong sekitar 25% dari tenaga kerjanya, atau 6.700 karyawan, karena bergulat dengan tekanan dari pandemi.

Baca Juga: Saham Amazon Tembus USD3.000, Nilai Perusahaan Milik Jeff Bezos Rp21.750 Triliun 

Pendapatan Uber turun 29% pada kuartal kedua, menjadi USD2,2 miliar atau Rp32,2 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kuartal terakhir, perusahaan kehilangan USD2,9 miliar atau Rp42,5 triliun membukukan pendapatan USD3,5 miliar atau Rp51,3 triliun meningkat 14% dari tahun sebelumnya.

Uber, yang dimulai sebagai layanan pemesanan kendaraan, telah lama berkecimpung dalam kategori lain, termasuk pengiriman makanan dengan layanan Uber Eats. Namun upaya tersebut telah dipercepat dalam beberapa bulan terakhir.

Pada bulan Juli, Uber selanjutnya berkomitmen pada kategori tersebut ketika mengumumkan kesepakatan untuk membeli startup pengiriman on-demand, dan mantan pesaing Eats, Postmates seharga USD2,65 miliar atau Rp38,8 triliun. Kesepakatan itu diharapkan selesai pada kuartal pertama 2021.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini